Zaman sekarang sudah berubah. Pencarian di mobile itu tumbuh sangat tinggi. “Ini menjadi sangat penting. Apabila misalnya traveller yang mulai mencari di mobile kemudian mereka klik beberapa konten, beberapa website dan website itu takes longer than three seconds, 53% orang akan meninggalkan websitenya jika tidak memberikan experience yang bagus,” jelasnya.Indonesia akan jadi negara besar pasar online market di Asia tenggara. Jumlahnya USD 25 miliar dollar di 2025. Jadi mobile ini menjadi hal yang tidak bisa terpisahkan pada saat kita membicarakan online travel,” jelas Industry Manager Google Indonesia, Zulfi Rahardian, Selasa (7/5). Zulfi menambahkan bahwa platform mobile, baik itu website atau aplikasi, yang mudah diakses juga mempengaruhi persepsi traveller saat merencanakan liburan. Menurutnya, Sebagian besar traveller akan meninggalkan situs mobile yang lambat memuat halaman.Sudah hal umum jika prawisata dunia di kuasai milenial torism, maka dari itu pariwisata negara maupun lokal menggunakan milenial torism maka dari itu mentri pariwisata Arif Yahya mengatakan penting nya pariwisata milenial dan digital yang akan mengangkat pariwisata negara, tanpa itu pariwisata negara tidak akan bertumbuh tinggi. Selain membuat bertambah tinggi nilai perawisata dan negara kita akan lebih di kenal oleh masyarakat. Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya, contoh dari digital torism dan kemudahan digital torism adalah traveloka,mister Aladin,tiket.com dan lain lain dengan adanya aplikasinya itu mempermudah misatawan asing mengenal negara kita dari luar agar lebih tertarik dan mendapatkan harga yg cukup terjangkau dan lbih mudah untuk mendapatkan penginapan dan destinasi wisata yang terbaik d Bali dengan begitu wisatawan akan lebih tertarik dan mudah untuk berkunjung ke negara Indonesia. Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri. wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Untuk pasar pariwisata, Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Tiongkok generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta. “Wisatawan milenial adalah pangsa pasar masa depan. Porsinya sekitar 7 Juta orang. Jumlah ini sekitar 34% dari target 20 Juta wisman di 2019. Jadi, harus terus dioptimalkan mulai dari sekarang, contoh torism digital milenial yang banyak di gunakan Traveloka. Menyadari adanya pergeseran pola konsumsi tersebut, Traveloka melebarkan sayap dengan melengkapi produk dan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle yang terintegrasi dalam satu aplikasi, melalui Traveloka Xperience. Platform ini menyediakan 12 kategori produk antara lain atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan dan minuman, dan kursus atau workshop