BALI Sebagai Destinasi Yang Bersaing Di Era Globalisasi

Masalah Di erda globalisasi sekarang ini, perkembangan industri pariwisata yang semakin berkembang pesat membuat berkembang pesatnya industri travel agent di Indonesia. Pariwisata merupakan sebuah bentuk nyata dari suatu perjalanan sebagai sebuah bisnis global yang menjanjikan. Perjalanan sekarang menjadi faktor pelengkap dalam kehidupan manusia terutama dalam menikmati nuansa budaya dan alam. Munculnya pariwisata tidak lepas dengan adanya dorongan naluri manusia yang selalu ingin mengetahui dan mencari hal-hal yang baru, bagus, menarik, mengagumkan, dan menantang. Biasanya hal tersebut dilakukan dengan perjalananperjalanan ke luar daerah atau keluar dari kebiasaan sehari-hari dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan pariwisata telah melibatkan banyak komponen. Salah satunya adalah aktivitas wisatawan yang secara langsung telah terlibat dalam kehidupan sosial. Masyarakat banyak menjadi suatu tujuan utama para pelancong melakukan perjalanan guna untuk melihat kehidupan masyarakat di daerah tertentu. Hal itu dilihat dari masyarakat yang menjadi wisatawan, penyedia objek pariwisata, dan penerima wisatawan. Hubungan sosial ini sangat berpengaruh pada perkembangan pariwisata. Dengan kegiatan pariwisata ini masyarakat bisa berinteraksi dan bertransaksi dari satu dengan lainnya. Hubungan telah terjalin baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang datang dalam melakukan perjalanan untuk mengenal berbagai objek wisata yang berada di Bali.
Bali siap bersaing d era globalisasi di karenakan Bali banyak memiliki tempat tujuan yaang menarik dan unik untuk d lihat oleh wisatawan asing oleh karena itu Bali adalah salah satu tempat yang cocok untuk d kunjungi wisatawan. Selain pemandangan yg indah dan asri Bali juga memiliki seni dan budaya yang sangat kental dan itu juga membuat para wisatawan asing maupun lokal juga tertarik dan banyak juga tempat d Bali yang cocok di pakai outbond dan ada juga salah satu air terju yg bisa d pakai sebagai tempat neluncur itu yg membuat Bali kuat untuk bersaing di era globalisasi. Semakin hari wisatan d Bali semakin banyak itu menunjukan bahwa Bali itu mendalam bahwa Bali masih banyak peminat dan masih banyak wisatawan yang betah untuk datang k Bali biarpun wisatawan sudah k Bali tiga kali atau lebih di karena kan juga Bali tempat wisatanya tidak monoton mungkin bisa d bilang setiap tahun semakin banyak dan bertambah tempat wisata d Bali yang belum d kenal oleh masyarakat luas. Bali juga memiliki banyak wisata kuliner bagi wisatawan yang hobby kuliner dan Bali akan mampu bersaing dalam bidang pariwisata.
Pengembangan pariwisata di Bali telah berkontribusi banyak terhadap kerusakan dan keseimbangan lingkungan khususnya pembangunan pariwisata yang memanfaatkan lahan pertanian baik lahan basah maupun kering. Di Kawasan Seminyak-Kabupaten Badung, banyak lahan pertanian sawah telah dialihkan fungsinya untuk pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel, villa, bungalow, café, art shop dan lain-lain. Dengan pembangunan sarana-sarana tersebut maka secara otomatis sistem penyaluran atau distribusi air terhalangi oleh beton-beton yang melintang dengan kokoh di wilayah tersebut yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir dengan baik ke seluruh areal persawahan. Terhambatnya saluran air di daerah tersebut juga telah mengakibatkan masalah baru “banjir” khususnya pada musim hujan. Air meluap ke permukaan saluran-saluran air yang kecil dan tidak lancar dan tumpah ke jalan. Sistem distribusi air yang dikenal sebagai “subak” dan sawah yang dulunya merupakan sumber penghasilan utama masyarakat setempat akan punah ditelan jaman dan derasnya laju pembangunan pariwisata.Pemanfaatan lahan pertanian untuk kepentingan pariwisata juga telah mengakibatkan kesenjangan antara industri pariwisata dengan pertanian. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh tidak seimbangnya pembagian hasil pemanfaatan pertanian untuk kepentingan pariwisata. Kasus pemasangan seng agar nampak berkilau di areal persawahan warga yang terjadi di Ceking-Kabupaten Gianyar merupakan bukti nyata yang menggambarkan ketidakharmonisan hubungan antara petani dan industri pariwisata. Sawah warga yang elok dan indah dijadikan pemandangan bagi sejumlah restoran, café dan hotel, tetapi petani yang memiliki sawah yang indah tersebut tidak mendapatkan keuntungan sehubungan dengan pemanfaatan sawah dan aktivitas pertaniannya sebagai atraksi wisata. Kekesalan petani pemilik sawah tersebut berujung pada pemasangan seng di sawahnya yang mengakibatkan wisatawan mengeluh karena tidak bisa melihat pemandangan yang indah sebagaimana yang dijanjikan.
Contoh lain yang memiliki permasalahan yang hampir sama adalah di objek Desa Wisata Jatiluwih-Kabupaten Tabanan. Keindahan bentang alam persawahan di tempat ini bukan hanya diminati oleh wisatawan domestik dan manca negara, tetapi juga bagi para anggota tim panitia pemilihan warisan alam dan budaya international. Karena keindahannya, Desa Wisata Jatiluwih dinominasikan sebagai salah satu warisan alam dunia (world natural heritage) dan merupakan satu-satunya objek wisata alam yang dinominasikan di Bali. Fakta yang terjadi di lapangan, warga desa setempat dan pemilik sawah tersebut belum mendapatkan hasil dan keuntungan dari kegiatan wisata yang dilakukan di daerahnya. Operator-operator tour yang menjual paket wisata seperti sightseeing, cycling dan trekking di Desa Wisata Jatiluwih secara langsung membawa pemandu wisata (tour guide), keperluan makanan dan minuman dan peralatan kegiatan wisata tersebut dari kantornya masing-masing sehingga masyarakat lokal sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dan sebaliknya masyarakat lokal hanya menerima sisa-sisa sampah dan jejak kaki para wisatawan saja.

Membuat usaha makanan

Jika saya d beri kesempatan membuat usaha di bidang pariwisata, saya berfikir akan membuat beberapa usaha, tidak hanya satu saja mungkin bisa saja membuat banyak cabang d tempat pariwisata lain d luar Bali atau d luar tempat lingkungan saya berada. Toris adalah orang yg berpergian jauh dari tempat tinggal mereka dan mencari sesuatu yang baru dan sesuatu yg menarik untuk d kunjungi dan menghabiskan waktu mereka yang lama. Inti bisnis dalam dunia bidang pariwisata adalah kita harus memuaskan costumer asing maupun lokal agar di ketahui oleh orang banyak
D sni saya akan memberitahukan usaha apa yang akan saya buat dalam dunia pariwisata dan memberikan beberapa tips agar usaha semakin hari semakin berkembang bagus :

  1. Memiliki tempat yang unik
    Para wisatawan yang datang akan mencari sesuatu yg unik dan bagus agar parawisatawan betah untuk diam berlama lama di dalam restauran dan membeli babnyak mkanan atau cemilan yang kita punya
    • Bisnis makanan
    Bisnis makanan adalah bisnis yang banyak d minatati orang isi karenakan wisatawan sekarang banyak yang lebih suka untuk mejenlajahi kuliner yg unik dan enak dari berbagai tempat. Usaha makanan juga bisa d buat tidak banyak membutuhkan modal karena cita rasa yang utama
    Setrategi agar usaha mengalami perkembangan:
  2. Setelah saya menentukan jenis usaha apa yang akan saya geluti saya akan membuat profil usaha, isi profil usaha serta kelebihan yg kita miliki dari tempat lain tanpa menjatuhkan salah satu nama.
  3. Peletakan lokasi
    Peletakan lokasi sangat penting d karenakan lokasi mentukan ramai atau tidak nya suatu tempat usaha lokasi yang tepat untuk usaha makanan adalah di dekat tempat pariwisata agar para wisatawan langsung melihat sendiri lokasi tersebut dan menampilkan view yang indah dari tempat wisata itu.
  4. Buatlah makanan yang unik
    Makanan yang unik akan menarik perhatian wisatawan d karenakan para wisatawan akan penasaran dan datang k tempat kita selain unik kita harus menciptakan rasa yang enak karena itu adalah nilai plus untuk orang yang melakukan usaha makanan
  5. Siapkan pemasaran
    Pemasaran sangat penting apalagi di jaman era milenial d karenakan orang orang akan melihat dari media online terlebih dahulu baru berangkat menuju ke tempat yang d tuju
  6. Perluas kerja sma bisnis
    Jika ingin membuat usaha makanan lbih baik kita berkerja sama dengan pihak Trevel di saat trevel membawa tamu k tempat wisata berkerja sama dengan pihak Trevel menggiring k tmpat usaha makanan

Dampak Revolusi 4.0 Terhadap Industri Pariwisata

Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini akan membawa banyak perubahan terhadap kinerja manusia dimana tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin akibat dari berkembangnya teknologi digital dan internet. Menurut Prof. Klaus Martin Schwab menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Saat ini Kementrian Perindustrian (kemenperin) telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan strategi dalam menghadapi era revolusi industri keempat.

Budaya kerja merupakan suatu organisasi komitmen yang luas dalam upaya untuk membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang lebih baik. Budaya kerja di era revolusi industri 4.0 mampu mengubah kinerja suatu karyawan akibat adanya perkembangan teknologi. Pada era revolusi industry 4.0 telah mengubah budaya karyawan yang awalnya menggunakan paper based dalam bekerja, beralih menjadi digital based. Revolusi industri 4.0 akan banyak dirasakan oleh generasi millenial dimana generasi ini banyak menjadi pekerja. Dengan adanya teknologi digital dan internet yang semakin maju akan mengubah kebiasaan-kebiasaan pekerja di era revolusi industri sebelumnya.

Sebagai contoh dengan kemajuan teknologi saat ini karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas jam kerja dan tempat kerja, artinya karyawan dapat bekerja dimana saja tanpa adanya keterbatasan tempat dan waktu, karena teknologi dan internet dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Perubahan industri juga dapat mengubah peraturan-peraturan dalam bekerja. Peraturan merupakan bentuk ketegasan yang diberikan untuk memberikan ketertiban dan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan.

Namun dengan berkembangnya revolusi industri 4.0 masih ada unsur budaya kerja yang harus dipertahankan yaitu pertama sikap terhadap pekerjaan, yakni menyukai pekerjaan kita sehingga tidak merasa terpaksa melakukan sesuatu pekerjaan dan yang kedua perilaku pada waktu bekerja, yakni kejujuran dalam bekerja selalu diutamakan, mampu bekerja sama dengan tim, berhati-hati, dan bertanggung jawab. Fasilitas kantor yang lengkap dan nyaman juga mempengaruhi budaya kerja karyawan. Kebanyakan perusahaan startup tersebut menyediakan tempat bersantai, bermain dan kantin gratis. Dekorasi kantor sangat mendukung kreativitas karyawannya. Cara berpakaian juga membedakan budaya kerja, biasanya dalam bekerja dalam berpakaian kerja sudah diatur dengan mengenakan kemeja, berbeda dengan perusahaan startup yang membebaskan karyawannya dalam berpakaian.

Disiplin kerja merupakan suatu proses perkembangan konstruktif bagi pegawai yang berkepentingan karena disiplin kerja ditunjukan pada tindakan bukan orangnya (Bintoro dan Daryanto 2017:95). Seorang karyawan dapat dikatakan disiplin apabila telah mematuhi peraturan yang ada dan tidak melanggar norma-norma sosial yang berlaku. Pada era revolusi industri 4.0 disiplin kerja tidak lagi memperhatikan jam masuk dan jam pulang karyawan, melainkan performance seorang karyawan yang menentukan jam kerja.

Etika dan tata krama dimiliki manusia dan tidak dimiliki teknologi. Prinsip-prinsip disiplin kerja akan berubah sebagai contoh dengan semakin canggihnya teknologi, karyawan tidak perlu hadir di tempat kerja tepat waktu. Prinsip-prinsip disiplin kerja yang masih bisa dilakukan karyawan adalah bekerja sesuai dengan prosedur, mematuhi dan taat kepada saran atasan, menggunakan peralatan kerja dengan efektif dan efisien, dan tidak menunjukkan sikap malas bekerja. Di era revolusi industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang kreatif, kritis, komunikatif, dan kolaboratif.

Hal itu dapat menjadi dasar dalam merancang program kerja dan menyelesaikan program kerja. Kesimpulannya budaya dan disiplin kerja dapat berubah dengan adanya perkembangan teknologi dan internet pada era revolusi industri 4.0, maka untuk menghadapi disruption ini, kita sebagai generasi millenial mampu meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kerja sama tim dalam menghadapi perubahan teknologi.Pada saat ini kita hidup di era revolusi industri keempat. Di mana kehidupan manusia yang di warnai dengan rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis dan era super komputer. Dan tentunya perubahan ini memiliki dampak terhadap ekonomi, pemerintahan ,politik, industri dan yang lainnya.
Kita telah mengalami revolusi industri sebanyak tiga kali.

TRAVEL DIGITAL ERA MILENIAL

Zaman sekarang sudah berubah. Pencarian di mobile itu tumbuh sangat tinggi. “Ini menjadi sangat penting. Apabila misalnya traveller yang mulai mencari di mobile kemudian mereka klik beberapa konten, beberapa website dan website itu takes longer than three seconds, 53% orang akan meninggalkan websitenya jika tidak memberikan experience yang bagus,” jelasnya.Indonesia akan jadi negara besar pasar online market di Asia tenggara. Jumlahnya USD 25 miliar dollar di 2025. Jadi mobile ini menjadi hal yang tidak bisa terpisahkan pada saat kita membicarakan online travel,” jelas Industry Manager Google Indonesia, Zulfi Rahardian, Selasa (7/5). Zulfi menambahkan bahwa platform mobile, baik itu website atau aplikasi, yang mudah diakses juga mempengaruhi persepsi traveller saat merencanakan liburan. Menurutnya, Sebagian besar traveller akan meninggalkan situs mobile yang lambat memuat halaman.Sudah hal umum jika prawisata dunia di kuasai milenial torism, maka dari itu pariwisata negara maupun lokal menggunakan milenial torism maka dari itu mentri pariwisata Arif Yahya mengatakan penting nya pariwisata milenial dan digital yang akan mengangkat pariwisata negara, tanpa itu pariwisata negara tidak akan bertumbuh tinggi. Selain membuat bertambah tinggi nilai perawisata dan negara kita akan lebih di kenal oleh masyarakat. Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya, contoh dari digital torism dan kemudahan digital torism adalah traveloka,mister Aladin,tiket.com dan lain lain dengan adanya aplikasinya itu mempermudah misatawan asing mengenal negara kita dari luar agar lebih tertarik dan mendapatkan harga yg cukup terjangkau dan lbih mudah untuk mendapatkan penginapan dan destinasi wisata yang terbaik d Bali dengan begitu wisatawan akan lebih tertarik dan mudah untuk berkunjung ke negara Indonesia. Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri. wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Untuk pasar pariwisata, Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Tiongkok generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta. “Wisatawan milenial adalah pangsa pasar masa depan. Porsinya sekitar 7 Juta orang. Jumlah ini sekitar 34% dari target 20 Juta wisman di 2019. Jadi, harus terus dioptimalkan mulai dari sekarang, contoh torism digital milenial yang banyak di gunakan Traveloka. Menyadari adanya pergeseran pola konsumsi tersebut, Traveloka melebarkan sayap dengan melengkapi produk dan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle yang terintegrasi dalam satu aplikasi, melalui Traveloka Xperience. Platform ini menyediakan 12 kategori produk antara lain atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan dan minuman, dan kursus atau workshop

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started